Aceh Tenggara – Liputan24jam.com
Kondisi SMP Negeri 1 Ketambe, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai laporan masyarakat terkait kondisi fasilitas sekolah yang dinilai memprihatinkan serta pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dipertanyakan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas sekolah terlihat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kenyamanan siswa dan siswi dalam menjalani proses belajar mengajar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, awak media dari Liputan24jam.com bersama sejumlah rekan media lainnya berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMP Negeri 1 Ketambe, Dewi Mayasari, S.Pd., melalui sambungan telepon dan pesan singkat.
Namun, menurut keterangan awak media, upaya konfirmasi tersebut tidak memperoleh penjelasan yang diharapkan. Bahkan, kepala sekolah disebut memberikan tanggapan yang dinilai tidak mencerminkan sikap kooperatif saat ditanya mengenai kondisi sekolah dan jumlah peserta didik.
Awak media menilai sikap tersebut kurang mencerminkan keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), yang menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi dari badan publik.
Selain itu, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 juga mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 yang menegaskan prinsip penggunaan dana secara fleksibel, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.
Ketua Sepuluh Pemuda, Dahrinsyah, turut menyoroti sikap kepala sekolah tersebut. Ia menilai seorang pemimpin lembaga pendidikan seharusnya mampu memberikan pelayanan informasi yang baik kepada masyarakat maupun insan pers.
“Kami meminta agar pihak terkait melakukan evaluasi terhadap Kepala SMP Negeri 1 Ketambe. Sikap yang ditunjukkan dinilai tidak mencerminkan etika seorang pendidik dan pejabat publik saat menghadapi konfirmasi dari wartawan,” ujarnya.
Rabu.10/06/2026
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli, S.Pd., M.Pd., dikabarkan akan memanggil dan meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi SMP Negeri 1 Ketambe, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pelayanan publik yang diberikan oleh pihak sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMP Negeri 1 Ketambe belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dan awak media.
MS
