ACEH TENGGARA —Liputan24jam.com
Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Pangguh, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga tidak dikerjakan sesuai standar kualitas yang diharapkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera I.
Pekerjaan berlokasi di Desa Pangguh dengan nilai anggaran sebesar Rp195 juta, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksana kegiatan tercatat P3A Pangguh 01, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender dan tanggal SPMK 22 Juni 2026.
Namun, kondisi pekerjaan di lapangan disebut warga menimbulkan tanda tanya. Sejumlah bagian pekerjaan diduga mengalami kerusakan dan kualitas pengerjaan dinilai kurang baik.
Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan juga dipertanyakan. Di lokasi, pekerjaan disebut berjalan tanpa terlihat pengawasan yang memadai, sehingga warga khawatir kualitas hasil pembangunan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, terdapat dugaan material yang digunakan, termasuk semen dan bahan lainnya, tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya.
“Kami melihat kualitas pekerjaannya kurang baik. Kami juga menduga material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Karena itu kami berharap pihak terkait turun langsung melakukan pemeriksaan,” ujar warga tersebut.
Warga meminta pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I maupun instansi pengawas terkait melakukan pengecekan terhadap kualitas pekerjaan, material yang digunakan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen teknis dan anggaran.
Jika ditemukan adanya penyimpangan, warga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak P3A Pangguh 01 maupun Balai Wilayah Sungai Sumatera I terkait dugaan tersebut. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
MS
