Aceh Tenggara– Liputan24jam.com
Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Aceh Tenggara, Zulkifli, S.Pd., M.Pd., turun langsung mengunjungi sejumlah sekolah di Kecamatan Ketambe untuk memberikan motivasi kepada siswa sekaligus mendengarkan aspirasi para guru.
Kunjungan pertama dilakukan di SMP Negeri 1 Ketambe. Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli menyapa para siswa di ruang kelas dan memberikan motivasi agar lebih giat belajar serta memiliki semangat untuk meraih prestasi.
Suasana menjadi semakin meriah ketika Kadis mengadakan sesi tanya jawab. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah berupa uang sebagai bentuk apresiasi. Antusiasme para siswa terlihat tinggi karena hampir seluruh pertanyaan yang disampaikan dapat dijawab dengan baik, disambut tepuk tangan meriah dari para guru dan siswa.

Selain bertemu siswa, Zulkifli juga menggelar dialog bersama para guru untuk mendengarkan berbagai keluhan dan masukan terkait pelaksanaan tugas di sekolah. Seluruh aspirasi yang disampaikan dicatat sebagai bahan evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia juga menekankan kepada kepala sekolah agar membagi jam mengajar secara adil, terutama bagi guru yang belum memperoleh jam mengajar sesuai ketentuan.
Usai dari SMP Negeri 1 Ketambe, rombongan melanjutkan kunjungan ke Sekolah Satu Atap Pemotongan, yang meliputi TK Negeri Satu Atap, SD Negeri Pemotongan Satap, dan SMP Negeri 7 Badar Pemotongan Satap.
Dalam arahannya kepada para guru, Zulkifli menegaskan pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Ia mengingatkan agar seluruh tenaga pendidik datang tepat waktu ke sekolah sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
“Guru harus menjadi contoh yang baik. Jangan sampai ada guru yang makan gaji buta. Jika masih sering bolos dan tidak menjalankan tugas dengan baik, tentu akan kami tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Pada akhir kunjungannya, Zulkifli menegaskan bahwa salah satu prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan adalah memperjuangkan kesejahteraan guru. Namun, menurutnya, kesejahteraan harus diiringi dengan tanggung jawab dan kinerja yang baik.
Ia juga meminta seluruh kepala sekolah untuk segera melaporkan apabila terdapat guru yang malas atau tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan sebagai bentuk pembinaan dan penegakan disiplin agar mutu pendidikan di Aceh Tenggara terus meningkat.
“Kami mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan. Guru harus rajin, disiplin, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik demi menciptakan generasi Aceh Tenggara yang berprestasi,” pungkas Zulkifli.
MS
