Aceh Tenggara-Liputan24jam.com
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara yang tampak megah dari sisi depan ternyata menyimpan kisah kelam. Bagian bangunan di lantai tiga dilaporkan terbengkalai dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya.
Ketua LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek), Irwansyah Putra, menyoroti kondisi tersebut dan menilai bahwa gedung wakil rakyat itu seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik, bukan dibiarkan kosong.
“Daripada terbengkalai, lebih baik gedung itu digunakan untuk kegiatan masyarakat. Kalau tidak, malah disinyalir jadi sarang hantu,” ujar Irwansyah kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Padahal, gedung yang dibangun dengan dana besar itu semestinya menjadi simbol pelayanan dan aspirasi rakyat. Namun, pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi berbeda — lantai tiga gedung terlihat kumuh, gelap, dan menyeramkan.
Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bagian tersebut sudah lama tidak digunakan dan jarang dibersihkan.
“Bangunan itu kosong dan tidak terawat. Bahkan kami menduga sudah jadi sarang hantu,” katanya.
Saat tim media meninjau langsung ke lokasi, suasana lantai tiga terasa menegangkan. Lampu sebagian masih menyala, namun dinding dipenuhi sarang laba-laba, lantai berdebu, dan sampah berserakan di sejumlah sudut ruangan.
Sejumlah warga menilai kondisi tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran.
“Sayang sekali, bangunan semegah itu malah tidak dimanfaatkan. Terlihat seperti proyek yang hanya menguntungkan pihak tertentu,” ujar seorang warga yang ditemui di sekitar gedung DPRK.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRK Aceh Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak difungsikannya lantai tiga gedung tersebut.
MS
