Aceh Tenggara| Liputan24Jam.com- Dugaan keberadaan tenaga pendidik dan kependidikan (tendik) honorer “siluman” kembali mencuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, sorotan tertuju pada SD Negeri Mendabe, setelah muncul informasi adanya oknum tendik honorer berinisial RS yang tercatat sebagai tenaga aktif, namun disebut-sebut tidak pernah terlihat menjalankan tugas di sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RS diduga tetap tercatat dalam administrasi sekolah sebagai tenaga honorer meski keberadaannya nyaris tidak pernah diketahui di lingkungan sekolah. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait validitas data honorer serta lemahnya pengawasan internal pihak sekolah.
Saat awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SDN Mendabe terkait dugaan tersebut, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan apapun.
Sikap diam kepala sekolah dinilai semakin menambah tanda tanya atas dugaan tersebut. Transparansi sangat diperlukan agar persoalan ini tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Aktivis Aceh Tenggara, Adriansyah, mendesak Dinas Pendidikan Aceh Tenggara untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan adanya honorer siluman di sekolah tersebut.
“Jika benar ada tenaga honorer berinisial RS yang hanya tercatat secara administrasi namun tidak pernah menjalankan tugas di sekolah, maka ini persoalan serius yang wajib dibongkar. Jangan sampai anggaran pendidikan disalahgunakan oleh oknum tertentu,” tegas Adriansyah, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, dugaan keberadaan tendik siluman bukan persoalan sepele karena menyangkut integritas tata kelola pendidikan serta penggunaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kami mendesak Kepala Dinas Pendidikan untuk segera melakukan audit administrasi, absensi, serta mengecek langsung ke lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, harus ada tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang terlibat,” lanjutnya.
Ia juga menilai sikap bungkam kepala sekolah saat dikonfirmasi justru menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SDN Mendabe maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara terkait dugaan keberadaan tendik honorer berinisial RS tersebut. Publik kini menanti langkah konkret dan transparan dari pihak terkait untuk menelusuri kebenaran informasi ini.
MS
