Aceh Tenggara — Liputan24jam.com
Kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Aceh Tenggara, H. Julkifli, S.Pd., M.Pd, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Ia dinilai tidak responsif dan cenderung mengabaikan konfirmasi dari wartawan terkait sejumlah isu di lingkungan pendidikan.
Sorotan ini mencuat setelah adanya dugaan praktik pungutan oleh Ketua K3S, Jabal Nurdin, kepada para kepala sekolah dengan dalih “jatah wartawan”. Namun, saat dikonfirmasi untuk klarifikasi terkait isu tersebut, Kadis Dikbud disebut tidak memberikan tanggapan.
Salah seorang wartawan mengaku telah berupaya menghubungi Julkifli melalui sambungan WhatsApp, namun tidak mendapat respons. Sikap tersebut dinilai mencerminkan buruknya pelayanan publik serta minimnya keterbukaan informasi.
Sebelumnya, awak media juga telah meminta tanggapan kepada Bupati Aceh Tenggara, H. Salim Fakhri, melalui pesan WhatsApp. Dalam balasannya, Bupati hanya menyarankan agar konfirmasi langsung ditujukan kepada Kepala Dinas Dikbud.
“Kalau wartawan saja diabaikan, apalagi kami sebagai masyarakat,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa. Warga juga mengeluhkan sulitnya menemui Kadis di kantor, dengan alasan yang bersangkutan kerap sibuk dengan urusan dinas.05/05/26
Menurut warga, sikap tersebut mencerminkan lemahnya kepemimpinan dan buruknya pelayanan di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, khususnya dalam menyikapi persoalan yang berkembang di sekolah-sekolah.
Atas dasar itu, masyarakat mendesak Bupati Aceh Tenggara untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis Dikbud. Bahkan, mereka meminta agar H. Julkifli dicopot dari jabatannya apabila terbukti tidak mampu menjalankan tugas dengan baik dan profesional.
MS
