ACEH TENGGARA –Liputan24jam.com
Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat terus ditunjukkan Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui pembangunan sejumlah jembatan alternatif di berbagai wilayah yang selama ini mengalami kendala akses transportasi dan penyeberangan.
Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., turun langsung ke lapangan untuk meninjau perkembangan pembangunan jembatan yang dikerjakan Personel Kodim 0108 dan di Bantu masyarakat Sekitar Pembangunan. Bahkan, ia kerap melakukan peninjauan hingga malam hari guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Menurut Dandim, pembangunan jembatan alternatif tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan yang disampaikan warga terkait sulitnya akses menuju lahan pertanian, pasar, maupun antar permukiman.
“Setiap hari kami mendengar langsung keluhan masyarakat di lapangan. Karena itu, Kodim 0108 berupaya membantu melalui pembangunan jembatan alternatif yang sangat dibutuhkan warga,” ujarnya.Kamis 04/06/26

Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan dilakukan anggota TNI dan masyarakat setempat sebagai bentuk kebersamaan dalam mengatasi persoalan infrastruktur di daerah.
Selain meninjau pembangunan jembatan, Dandim juga aktif memantau pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih dengan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi-lokasi yang di seluruh Kab Aceh Tenggara.
Sejumlah jembatan alternatif yang saat ini dibangun antara lain berada di Desa Kuning Abadi, Kati Maju, Lawe Pinis, serta jembatan gantung di Jambur Mamang yang menjadi akses utama masyarakat untuk menyeberang Pergi Ke Kebun
Salah satu Jembatan yang mendapat perhatian adalah pembangunan jembatan alternatif di Desa Gulo Kecamatan Darul Hasanah yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Kecamatan Badar. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 240an meter dan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Hendrik, warga Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, mengaku selama ini mengalami kesulitan saat membawa hasil panen ke pusat kota untuk dijual. Selain itu, akses menuju rumah keluarganya juga harus ditempuh dengan memutar melalui jalur yang cukup jauh.
“Kalau mau ke rumah orang tua harus berkeliling cukup jauh. Dengan adanya jembatan ini tentu sangat membantu kami,” ungkap Hendrik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0108/Aceh Tenggara yang dinilai cepat merespons aspirasi masyarakat dan langsung berupaya menghadirkan solusi melalui pembangunan jembatan alternatif tersebut.
Masyarakat berharap pembangunan yang sedang berlangsung dapat segera selesai sehingga aktivitas ekonomi, sosial, dan akses penyeberangan warga dapat berjalan lebih lancar dan aman.
MS
