Langkat| Liputan24jam.com — Komunitas Creator Langkat menggelar diskusi bersama Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, di Kantor Bupati Langkat. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi, ide, dan gagasan terkait optimalisasi pemanfaatan media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Minggu 4 Mei 2026.
Dalam diskusi tersebut, media sosial disorot tidak lagi sekadar sebagai sarana komunikasi dan hiburan, melainkan telah berevolusi menjadi instrumen penting dalam menyalurkan kreativitas, membangun personal branding, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Perwakilan Komunitas Creator Langkat, Atok Labu, menegaskan bahwa potensi besar media sosial perlu diimbangi dengan peran aktif pemerintah. Ia mendorong adanya kebijakan yang tidak hanya bersifat regulatif, tetapi juga edukatif.
“Media sosial hari ini adalah ruang produktif. Namun tanpa pembinaan, ia juga bisa menjadi ruang yang kontraproduktif. Di sinilah pentingnya kehadiran pemerintah untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta membuka akses agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara bijak dan bernilai ekonomi,” tegasnya.
Diskusi ini juga mengangkat urgensi literasi digital sebagai fondasi utama. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat berisiko terjebak pada penyalahgunaan media sosial, mulai dari penyebaran hoaks hingga konten yang tidak produktif.
Melalui forum ini, Komunitas Creator Langkat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret, seperti pelatihan kreator digital, fasilitasi monetisasi konten, serta pembentukan ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, untuk memastikan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen nilai di era digital.
( Redaksi )
