Aceh Tenggara —Liputan24jam.com
Sikap tertutup ditunjukkan oleh pihak SMP Negeri 3 Bambel saat kedatangan awak media yang hendak melakukan konfirmasi dan peliputan. Alih-alih menyambut dengan terbuka, pintu gerbang utama sekolah justru terlihat tertutup rapat, seolah enggan menerima kehadiran pihak luar.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi pengelolaan sekolah. Dalam upaya menjalankan tugas jurnalistik, awak media mencoba masuk ke area sekolah dan mendapati aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Sejumlah guru terlihat berada di ruang kantor, namun respons yang diberikan justru menimbulkan kejanggalan.
Saat ditanyakan mengenai keberadaan kepala sekolah, salah satu guru tampak ragu dan terkesan takut memberikan jawaban. Bahkan, ketika ditanya nama kepala sekolah, guru tersebut mengaku tidak mengetahui. Jawaban ini dinilai tidak masuk akal, mengingat kepala sekolah merupakan pimpinan utama di lingkungan pendidikan tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa jumlah siswa di sekolah itu berkisar sekitar 200 orang. Namun, kondisi fisik sekolah justru memprihatinkan. Halaman sekolah dipenuhi rumput liar yang tidak terawat, sampah berserakan di berbagai sudut, serta beberapa bangunan tampak kumuh dengan plafon yang sudah bolong.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan lemahnya manajemen dan pengawasan di sekolah tersebut. Sikap tertutup terhadap media juga menimbulkan kesan adanya hal-hal yang sengaja ditutupi dari publik.
Diketahui, saat ini jabatan kepala sekolah masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt), yakni Nila Wati, S.Pd. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dapat diperoleh dari pihak sekolah terkait kondisi dan sikap yang ditunjukkan kepada awak media.
Publik berharap Dinas Pendidikan setempat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap tata kelola sekolah maupun kondisi sarana dan prasarana, demi menjamin kualitas pendidikan yang layak bagi para siswa.
MS
