ACEH TENGGARA – Liputan24jam.com
Pasca banjir bandang yang menghantam wilayah Kabupaten Aceh Tenggara beberapa bulan lalu, puing besi Jembatan Mbarung yang roboh hingga kini belum juga dievakuasi oleh pemerintah daerah. Kondisi tersebut menuai keresahan warga setempat karena dinilai dapat memicu dampak lebih parah apabila terjadi banjir susulan.
Warga menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terkesan tidak peduli terhadap ancaman yang mengintai masyarakat di sekitar aliran sungai. Apalagi saat ini cuaca ekstrem masih kerap terjadi dan berpotensi memicu banjir kembali.
“Kalau banjir datang lagi, puing besi jembatan itu bisa menyumbat aliran sungai dan menyebabkan air meluap ke perkampungan warga. Dampaknya sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga.Senin 18/05/26
Masyarakat khawatir, apabila material besi jembatan yang roboh tidak segera diangkat, arus sungai akan menghantam kawasan permukiman dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Desakan keras juga disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Potensi Intelektual Muda (LP2iM), Sopian Desky. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera mengambil langkah konkret untuk mengamankan puing jembatan tersebut.
Menurutnya, besi jembatan yang roboh merupakan aset daerah sehingga sudah seharusnya dibongkar dan diamankan ke gudang milik pemerintah daerah, bukan dibiarkan terbengkalai di aliran sungai.
“Kita mendesak pemerintah daerah agar segera mengevakuasi puing jembatan itu sebelum terjadi musibah susulan. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah ada korban,” tegas Sopian.
Ia juga meminta instansi terkait tidak menunda-nunda penanganan karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
MS
