Liputan24jam. MERANTI – Bau amis dugaan korupsi menyengat dari proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Proyek APBN 2025 dari Kementerian PU lewat BWS Sumatera III Pekanbaru itu kini resmi dilaporkan ke KPK oleh mantan Anggota DPRD Bengkalis, Ramli Ishak.
Ramli tak main-main. Ia menyebut proyek yang digadang untuk mensejahterakan petani padi itu penuh kejanggalan dan layak dicap “proyek siluman”.
“Di lapangan tak ada plang perusahaan. Nilai kontrak nol informasi. Anggaran berapa? Rakyat tak boleh tahu. Ini jelas mengangkangi UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP,” tegas Ramli kepada awak media , Sabtu (11/04/2026).
Hasil investigasinya di lokasi proyek bikin geleng kepala. Selain siluman tanpa identitas, Ramli mensinyalir ada yang sengaja ditutupi ke publik. “Kalau bersih kenapa harus sembunyi? Kenapa takut pasang plang?” tantangnya.
Yang lebih miris, saat dikonfirmasi, Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kepulauan Meranti justru kompak mengaku tak tahu ada proyek miliaran APBN di wilayahnya sendiri. “Ini proyek di Meranti, bukan di Mars. Masa dinas terkait tak tahu? Atau pura-pura buta?” sentil Ramli.
Tak menunggu lama, Ramli langsung tancap gas melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan kabar baiknya: KPK sudah merespon. Lewat surat tertanggal 17 Maret 2026, KPK bidang data mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan inisiatif Ramli melaporkan proyek JIAT tersebut.
“Ini uang negara. Untuk petani. Kalau diselewengkan, siapa yang rugi? Rakyat juga,” ujar Ramli. Ia mendesak KPK segera turun ke Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir membongkar siapa dalang di balik proyek gelap ini.
Hingga berita ini tayang, pihak BWS Sumatera III Pekanbaru belum memberi klarifikasi resmi terkait tudingan proyek siluman dan dugaan pelanggaran UU KIP tersebut.
Grafis 1: Tudingan Proyek Siluman
“Di lapangan tak ada plang perusahaan. Nilai kontrak nol informasi. Anggaran berapa? Rakyat tak boleh tahu.”
Ramli Ishak, Mantan DPRD Bengkalis
Proyek JIAT Meranti APBN 2025__Diduga “Siluman”, Dilaporkan ke KPK!_
KPK #Meranti
Grafis 2: Sentil Dinas Terkait.
“Ini proyek di Meranti, bukan di Mars. Masa Dinas Pertanian & PUPR tak tahu? Atau pura-pura buta?”
Ramli Ishak
Dinas Setempat Ngaku Tak Tahu Ada Proyek APBN Miliaran_
TransparansiAnggaran
Grafis 3: KPK Sudah Turun Tangan
KPK RESPON LAPORAN!
Surat KPK 17 Maret 2026:
“Terima kasih atas dedikasi Ramli Ishak melaporkan proyek JIAT”
Proyek APBN 2025 Rangsang Barat & Rangsang Pesisir_
Langgar UU KIP?_
Grafis 4: Pertanyaan Menohok
UANG NEGARA UNTUK PETANI
Kalau bersih kenapa sembunyi? Kenapa takut pasang plang?
Ramli Ishak
Desak KPK Turun ke Meranti.***zamri.
