ACEH TENGGARA – Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo turun langsung menemui warga Kecamatan Ketambe, tepatnya di Desa Lawe Penanggalan, untuk mendengarkan tuntutan dan keluhan masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Kedatangan Kapolres tersebut juga menjadi upaya untuk menenangkan situasi setelah warga melakukan aksi blokade ruas jalan Kutacane–Gayo Lues sebagai bentuk protes atas lambannya realisasi bantuan dan penanganan pascabencana.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres berinteraksi langsung dengan warga dan mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat terkait kondisi mereka setelah musibah banjir yang melanda wilayah tersebut pada 2025 lalu.
Salah satu tuntutan utama warga adalah kejelasan dan percepatan realisasi Hunian Tetap (Huntap), Hunian Sementara (Huntara), serta jatah hidup (jadup) bagi masyarakat terdampak.
Warga berharap pemerintah tidak lagi memberikan janji tanpa kepastian. Mereka meminta agar kebutuhan dasar masyarakat yang telah lama terdampak bencana segera mendapatkan penyelesaian konkret.
Kapolres AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo juga merekam secara langsung sejumlah tuntutan dan keluhan warga. Rekaman tersebut, menurut Kapolres, akan menjadi bahan yang disampaikan kepada kementerian terkait agar pemerintah pusat mengetahui secara langsung kondisi dan aspirasi masyarakat di Kecamatan Ketambe.
“Saya datang untuk mendengar langsung apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Tuntutan terkait Huntap, Huntara dan jadup akan kami kawal dan kami laporkan kepada kementerian terkait,” ujar Kapolres di hadapan warga.
Ia menegaskan bahwa kepolisian hadir untuk masyarakat dan berupaya menjaga agar penyampaian aspirasi warga tetap berjalan aman dan kondusif.
“Kami dari kepolisian untuk masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran Kapolres di tengah warga mendapat perhatian masyarakat. Warga berharap langkah tersebut tidak berhenti sebatas mendengar keluhan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti hingga pemerintah pusat memberikan kepastian mengenai nasib para korban banjir.
Masyarakat Ketambe hingga kini masih menunggu kepastian kapan Huntap dan Huntara dapat direalisasikan serta bagaimana kejelasan bantuan jadup bagi warga terdampak.
Warga menegaskan, mereka tidak ingin terus berada dalam ketidakpastian. Mereka meminta pemerintah hadir dengan solusi nyata atas penderitaan yang telah mereka alami sejak bencana melanda.
MS
