Aceh Tenggara – Liputan24jam.com
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Pos Perbatasan Lawe Pakam, Kabupaten Aceh Tenggara, kembali menjadi sorotan. Sejumlah sopir angkutan mengaku dimintai sejumlah uang setiap kali melintas di perbatasan Aceh Tenggara dengan Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Para sopir berharap Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rujiyanto Dwi Purnomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., segera mengambil langkah penertiban serta melakukan evaluasi terhadap pengawasan di Pos Perbatasan Lawe Pakam apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Saat dikonfirmasi awak media, Kapolres Aceh Tenggara menyatakan akan mendalami informasi tersebut.
“Kami akan mendalami informasi tersebut,” ujar Kapolres singkat.
Salah seorang sopir angkutan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku praktik tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, besaran uang yang diminta bervariasi, tergantung pada jenis kendaraan maupun muatan yang dibawa.
“Kalau lewat perbatasan selalu diminta uang. Besarannya tidak sama, tergantung muatan yang dibawa,” ujarnya.
Pengakuan serupa juga disampaikan sejumlah sopir lainnya. Mereka mengaku diminta membayar sejumlah uang saat membawa hasil bumi melintasi pos tersebut. Para sopir juga menyebut tidak pernah melihat dasar hukum, tarif resmi, maupun papan informasi yang menjelaskan adanya pungutan tersebut.
Menurut mereka, kondisi tersebut menambah beban biaya operasional angkutan dan berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang bergantung pada distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Sementara itu, seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya menyatakan dugaan hasil pungutan di pos tersebut dapat mencapai jutaan rupiah per hari. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga berita ini diterbitkan, Danpos Lawe Pakam, AIPTU Fitriadi, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. Pesan yang dikirim belum mendapat balasan. Dugaan bahwa nomor wartawan telah diblokir juga belum dapat dipastikan.
MS
