ACEH TENGGARA — Liputan24jam.com
Tangis pilu masih menyelimuti keluarga korban pembunuhan sadis, Sahila Kharunisa (10), warga Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Duka mendalam masih terasa sejak bocah tersebut ditemukan meninggal dunia usai dinyatakan hilang selama beberapa hari.
Menurut keterangan keluarga, Sahila pertama kali dinyatakan hilang pada Kamis malam, 30 April 2026. Paman korban mengaku baru mengetahui informasi kehilangan tersebut setelah dua hari berlalu. Selama ini, Sahila diketahui tinggal bersama nenek dan pamannya.

Sementara itu, ayah kandung korban, Andro Affandi (40), sedang bekerja di salah satu dapur MBG di Kabupaten Bireuen. Sedangkan nenek korban, Nurijah (65), tengah berada di Aceh Tengah, tepatnya di Takengon, untuk bekerja sebagai buruh harian pemetik kopi.
Keluarga menyebut, semasa hidupnya Sahila dikenal sebagai anak yang penurut, rajin mengaji, serta memiliki perilaku baik. Sepulang sekolah, korban juga kerap membantu mengurus adiknya, Hilal Al-Qodri, yang masih berusia 4 tahun.
Setelah dinyatakan hilang, keluarga bersama masyarakat setempat melakukan pencarian dengan menyisir permukiman warga hingga area perkebunan di sekitar desa.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa setempat. Selanjutnya diarahkan untuk melapor ke Polsek Lawe Alas. Dari pihak Polsek, laporan diteruskan ke Polres Aceh Tenggara yang langsung menurunkan tim pencarian.
Pada Jumat, 8 Mei 2026, korban akhirnya ditemukan oleh pihak kepolisian di dekat area permukiman warga dalam kondisi meninggal dunia. Tangisan keluarga pun pecah saat jasad Sahila berhasil ditemukan.
Keluarga mengaku selama ini hubungan antara keluarga korban dengan terduga pelaku berjalan baik dan tidak pernah terjadi perselisihan. Warga sekitar juga mengenal keduanya sebagai tetangga yang hidup harmonis. Hingga kini motif pembunuhan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Memasuki hari ketiga pasca penemuan jasad korban, Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., turun langsung memimpin penyelidikan lanjutan bersama Kasat Reskrim Zery Irfan, Kasat Intelkam Iptu Zakaria, serta Kapolsek Lawe Alas Sukardi.
Dalam upaya mengungkap kasus tersebut, polisi juga menurunkan dua ekor anjing pelacak guna mencari barang bukti tambahan di sekitar lokasi kejadian.
Kedatangan Kapolres ke rumah duka sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap keluarga korban yang masih terpukul atas tragedi tersebut.
Pihak keluarga berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga. Minggu 10/05/2026
MS
