ASAHAN, LIPUTAN24JAM.COM
Komitmen menjaga kelestarian budaya lokal terus diperkuat melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat negara. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Acara Adat Kenduri Tujuh Tahunan “Buka Tutup Bondang” yang digelar di Komplek Masjid Raya Ar Rahman Tuan Syekh Silau, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Silau Laut tersebut dihadiri Camat Silau Laut, Pemangku Adat H. Ibrahim Ali, unsur Forkopimcam, Koramil 07/Air Joman yang diwakili Danramil beserta Babinsa, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
Kehadiran personel Koramil 07/Air Joman bersama unsur keamanan lainnya mencerminkan dukungan nyata aparat negara dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam merawat nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kenduri Tujuh Tahunan “Buka Tutup Bondang” merupakan tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Silau Laut. Tradisi ini memiliki makna filosofis sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap para leluhur, sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh adat, ulama, dan masyarakat dalam semangat persatuan dan kebersamaan.
Pemangku Adat Silau Laut, H. Ibrahim Ali, menegaskan bahwa keberlangsungan adat istiadat tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemangku adat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin memahami, mencintai, dan melestarikan identitas daerahnya. Dengan menjaga tradisi, kita turut menjaga jati diri daerah sekaligus memperkuat persatuan demi kemajuan Silau Laut dan Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Warga dari berbagai kalangan hadir untuk mengikuti prosesi adat yang telah menjadi simbol persaudaraan masyarakat Silau Laut selama bertahun-tahun.
Bagi Koramil 07/Air Joman, kehadiran dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran TNI dalam mendukung stabilitas wilayah melalui pendekatan sosial dan budaya. Selain menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, aparat teritorial juga terus membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat guna memperkuat persatuan dan ketahanan wilayah.
Pelaksanaan Kenduri Tujuh Tahunan “Buka Tutup Bondang” dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mewujudkan daerah yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan. Nilai-nilai budaya, religius, dan gotong royong yang tercermin dalam tradisi tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, serta dukungan Koramil 07/Air Joman bersama unsur keamanan lainnya, tradisi “Buka Tutup Bondang” tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin memperkokoh persatuan masyarakat serta mempertegas bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.
Sumber : Pendim 0208/Asahan
Editor : Boys-3
