Langkat | Liputan24jam.com
Warga tiga dusun di Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yakni Dusun Lau Seridi, Dusun Buah Raja, dan Dusun Raja Berneh, kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan gotong royong memperbaiki jalan utama desa menggunakan dana swadaya masyarakat dan sumbangan para pengusaha pada Minggu (8/3/2026).
Aksi gotong royong ini dilakukan karena kondisi jalan yang menjadi akses utama penghubung ketiga dusun tersebut selama bertahun-tahun dinilai tidak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.
Jalan Tak Tersentuh Pembangunan
Warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pertanian, hingga perekonomian. Namun hingga saat ini, sebagian besar ruas jalan masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh pembangunan secara maksimal.
Sebelumnya, masyarakat sempat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Langkat dan Kantor DPRD Langkat, menuntut pemerintah daerah segera melakukan pengaspalan jalan.
Aksi tersebut sempat membuahkan hasil, ketika pada tahun 2024 Pemkab Langkat merealisasikan pengaspalan sekitar 400 meter. Namun setelah itu, pembangunan tidak lagi berlanjut sehingga menyisakan kekecewaan di tengah masyarakat.
Swadaya Warga Jadi Solusi
Karena tak kunjung mendapat kepastian lanjutan pembangunan, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya.

Dana dikumpulkan dari iuran setiap kepala keluarga, sumbangan para pengusaha lokal, serta dukungan sejumlah pihak yang peduli terhadap kondisi infrastruktur desa.
Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembangunan rabat beton pada ruas jalan yang rusak, dengan melibatkan langsung masyarakat dalam proses pengerjaan melalui gotong royong.
Anggota DPRD Turut Turun Tangan
Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi NasDem, Meja Sembiring, turut memberikan sumbangan dana sekaligus hadir langsung membantu warga di lokasi.
Ia bahkan terlihat ikut bergotong royong bersama masyarakat, termasuk membantu mengestafet air dari Sungai Bingai untuk kebutuhan pembangunan rabat beton.
Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat ini mendapat apresiasi warga karena dianggap menunjukkan kepedulian langsung terhadap kebutuhan infrastruktur desa.
Pemkab Langkat Dinilai Tutup Mata
Melihat kondisi tersebut, sejumlah warga menilai Pemkab Langkat terkesan menutup mata terhadap kondisi jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di tiga dusun tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melanjutkan pembangunan jalan secara menyeluruh agar akses transportasi masyarakat dapat lebih layak dan aman.
Jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah, warga khawatir pembangunan secara swadaya tidak akan mampu mengatasi seluruh kerusakan jalan yang ada.
( Redaksi )
