Batu Bara, Liputan24jam.com
Penanganan dampak banjir di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Memasuki hari kedelapan pascabencana, kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut, meski sebagian pemukiman warga masih terendam.
Berdasarkan laporan situasi terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara per Selasa (15/9/2026), tercatat sebanyak 211 rumah warga terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Wilayah yang terdampak mencakup Dusun V, Dusun VI, Dusun VII, dan Dusun VIII di Desa Gambus Laut.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah terdampak sudah mengalami penurunan debit air yang signifikan. Kendati demikian, genangan setinggi kurang lebih 15 sentimeter masih mengepung pemukiman di Dusun VI Pematang Polong.
“Kondisi tersebut menyebabkan sebanyak enam kepala keluarga (KK) hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian yang telah disediakan di lokasi,” ujar Ilyas dalam keterangan resminya, Selasa.
Penanganan Lintas Instansi dan Bantuan Logistik
Banjir pertama kali menerjang kawasan tersebut pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Sejak awal kejadian, personel Satgas BPBD Kabupaten Batu Bara langsung dikerahkan ke lokasi untuk mendata, memantau, dan memfasilitasi evakuasi warga.
Untuk menunjang kebutuhan tanggap darurat, BPBD telah mendirikan satu tenda posko kesehatan serta dua tenda pengungsian. Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu melibatkan gabungan unsur lintas instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PPPA, Dinas Pertanian, Dinas PUTR, hingga Dinas Perkim LH.
Dukungan juga mengalir dari Pemerintah Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Pemerintah Desa Gambus Laut, Polsek Lima Puluh, TNI AD, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa. Di samping penyediaan tempat bernaung sementara, Pemerintah Kabupaten Batu Bara juga telah mendistribusikan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak.
Dalam laporan yang sama, BPBD memastikannya tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas umum akibat peristiwa bencana ini. Hingga kini, total estimasi kerugian materiil warga masih dalam tahap penghitungan oleh tim ahli di lapangan.
Soroti Luapan Sungai dan Proyek Bendungan
Mengenai pemicu bencana, analisis awal BPBD menunjukkan banjir disebabkan oleh meluapnya Sungai Gambus. Laporan tersebut juga menyoroti kondisi aliran Sungai Dalu-Dalu yang berkaitan dengan proyek pekerjaan Bendung Dalu-Dalu oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara.
Kendati telah tercantum dalam laporan situasi awal, BPBD menilai perlunya penjelasan serta kajian teknis mendalam dari pihak berwenang guna memastikan keterkaitan antara pengerjaan bendungan, perubahan tata air, dan dampak banjir di Gambus Laut.
Pendekatan teknis ini dinilai krusial agar penanganan bencana tidak sebatas berfokus pada tindakan reaktif saat air meluap, melainkan berlanjut pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian serta pengelolaan aliran air kawasan setempat.
Tahap Pemulihan dan Mitigasi Bencana
Kondisi air yang berangsur surut memberi secercah titik terang bagi warga Desa Gambus Laut. Meski demikian, masih adanya enam KK di pengungsian menandakan proses pemulihan pascabencana belum sepenuhnya usai.
Fokus penanganan kini bergeser pada pemulihan kondisi hunian warga, perbaikan sanitasi dan kesehatan lingkungan, pendataan kerugian secara mendetail, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
BPBD Kabupaten Batu Bara menegaskan bahwa tim Satgas kebencanaan akan tetap bersiaga selama 24 jam penuh untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan pelayanan kemanusiaan hingga kondisi benar-benar pulih dan aman.
(Boys-3)
