LANGKAT | Liputan24jam.com — Menghadapi tingginya curah hujan dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat, para content creator lokal mengambil langkah nyata dengan membentuk Team Relawan Creator Siaga Banjir.
Gerakan tersebut dipelopori Atok Labu bersama sejumlah kreator konten Langkat dan mulai aktif melakukan pemantauan sejak 5 September 2026.
Tim relawan turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memantau perkembangan debit air sungai, kondisi cuaca, situasi permukiman, serta kondisi masyarakat yang terdampak banjir.
Informasi dari lapangan kemudian disampaikan melalui media sosial dalam bentuk live update, dengan tujuan membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi terkini sekaligus mengurangi kepanikan akibat beredarnya informasi yang tidak terverifikasi.
Langkah para kreator tersebut mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Langkat. Kepala BPBD Kabupaten Langkat mengajak perwakilan Team Relawan Creator Langkat melakukan audiensi dan diskusi guna menyerap aspirasi masyarakat serta memetakan kebutuhan penanganan banjir di sejumlah wilayah.
Dalam audiensi tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah persoalan dan usulan berdasarkan kondisi yang mereka temukan di lapangan.
Sejumlah Usulan Penanganan Wilayah
1. Kecamatan Besitang
Simpang 5
Relawan mengusulkan pengerukan dan normalisasi sungai kecil di kawasan Simpang 5 agar aliran pembuangan air lebih lancar sehingga risiko luapan ke permukiman dapat diminimalkan.
Desa Sekoci
Relawan mengusulkan pengadaan mesin perahu evakuasi dengan kapasitas sekitar 15 PK atau 40 PK untuk Dusun Sidodadi. Usulan tersebut disampaikan karena mesin perahu milik desa disebut kerap mengalami kendala saat digunakan untuk proses evakuasi.
Selain itu, relawan mendorong percepatan pengerukan sungai serta pembangunan tanggul atau turap sebagai upaya mengurangi risiko luapan air.
2. Kecamatan Gebang
Pekan Gebang
Relawan mengusulkan peningkatan kapasitas drainase serta penggantian atau peningkatan kapasitas gorong-gorong di kawasan Titi Kuning, tepatnya di samping Masjid Raya Ridhoshilin, agar mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras.
3. Kecamatan Sei Lepan
Dusun Karang Sari/Paya Bunder (Blok 60)
Relawan meminta perbaikan dan penguatan tanggul yang menjadi salah satu titik rawan luapan air.
Kampung Payamala, Desa Lama Baru
Diusulkan pembangunan tanggul permanen sebagai pengganti benteng sementara, disertai pembersihan parit dan kanal serta perbaikan gorong-gorong.
4. Kecamatan Babalan dan Kota Pangkalan Brandan
Drainase Perkotaan
Relawan mendorong normalisasi dan pembersihan secara menyeluruh terhadap selokan, parit, serta kanal yang mengalami penyumbatan akibat sedimentasi lumpur dan sampah pascabanjir.
5. Desa Harapan Makmur
Dusun Pakis
Relawan mengusulkan bantuan rekonstruksi infrastruktur melalui BPBD maupun Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki akses jalan dan tiga jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.
Usulan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan keterbatasan kemampuan anggaran desa dalam menangani kerusakan infrastruktur dengan skala yang cukup besar.

Minta Evaluasi Dampak Pembangunan Jalan Tol
Selain menyampaikan kebutuhan penanganan di sejumlah kecamatan, Team Relawan Creator Langkat juga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan evaluasi terhadap kondisi alur Sungai Empat yang disebut mengalami pendangkalan.
Relawan mendorong Pemkab Langkat memanggil pihak pengelola atau pelaksana proyek Jalan Tol untuk melakukan evaluasi bersama, termasuk mengkaji apakah terdapat keterkaitan antara aktivitas pembangunan dengan perubahan kondisi alur sungai.
Relawan juga meminta dilakukan pengerukan atau normalisasi apabila berdasarkan hasil kajian teknis ditemukan kondisi yang menyebabkan kapasitas aliran sungai berkurang dan meningkatkan risiko luapan.
Dorong Kejelasan Bantuan bagi Warga Terdampak
Persoalan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak banjir turut menjadi perhatian.
Para relawan mendorong pemerintah memberikan kejelasan mengenai mekanisme dan realisasi Jaminan Hidup (Jadup) serta bantuan stimulan untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir.
Menurut relawan, kepastian informasi mengenai bantuan sangat penting agar masyarakat mengetahui hak, mekanisme, serta tahapan penyalurannya.
Kreator Konten Ambil Peran dalam Mitigasi Bencana
Pembentukan Team Relawan Creator Siaga Banjir menunjukkan bahwa komunitas kreator konten tidak hanya berperan dalam menyebarkan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Melalui pemantauan langsung dan penyampaian informasi dari lapangan, relawan berharap masyarakat mendapatkan informasi yang cepat sekaligus bertanggung jawab.
Aspirasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi antara masyarakat, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman banjir.
Para relawan berharap pemerintah dapat menindaklanjuti setiap usulan berdasarkan skala prioritas, kajian teknis, serta kewenangan masing-masing instansi, sehingga penanganan banjir di Kabupaten Langkat tidak hanya bersifat responsif ketika bencana terjadi, tetapi juga diarahkan pada langkah pencegahan dan mitigasi jangka panjang.
( Redaksi )
