Langkat | Liputan24jam.com — Paguyuban Pasundan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (30/1/2026). Penyaluran ini merupakan bantuan kedua sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang hingga kini masih terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan berupa 2 ton beras serta paket sembako, terdiri dari gula, minyak goreng, dan mie instan. Untuk wilayah Sumatera Utara, distribusi bantuan dipusatkan di Desa Tebing, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Relawan Paguyuban Pasundan Sumut menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Kota Medan untuk mencapai lokasi yang berada di bantaran sungai. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi desa masih sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga rusak berat, tidak layak huni, bahkan sebagian hanyut diterjang banjir dan longsor.
Ketua PW Paguyuban Pasundan Sumut, Assoc. Prof. Dr. Yohny Anwar, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bentuk empati dan kepedulian sebagai sesama anak bangsa yang turut merasakan penderitaan korban bencana.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Amat, sesepuh Desa Tebing, menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam kepada Paguyuban Pasundan. Ia mengungkapkan bahwa hingga lebih dari dua bulan pascabencana, kondisi desa belum sepenuhnya pulih.

Usai dari Kabupaten Langkat, tim relawan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Kuala Simpang, NAD, dengan jarak tempuh sekitar empat jam perjalanan darat dari Medan. Wilayah ini sempat menjadi perhatian publik karena viral di media sosial pada awal bencana, akibat banyaknya kendaraan yang tenggelam dan hanyut.
Di pusat Kota Kuala Simpang, kondisi mulai berangsur pulih. Akses jalan sudah dapat dilalui dan aktivitas pembersihan lumpur masih terus berlangsung. Namun, saat tim menuju Desa Sriwijaya, kondisi masih cukup parah. Banyak rumah ditinggalkan penghuninya karena dipenuhi lumpur yang telah mengeras, bahkan sebagian masih tergenang air.
Dalam penyerahan bantuan kepada warga Desa Sriwijaya, Yohny Anwar kembali menguatkan semangat masyarakat agar tetap tabah dan tidak menyerah menghadapi keadaan.
Ismail Lubis, Datuk/Kepala Gampong Desa Sriwijaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Pasundan Pusat dan Wilayah Sumut yang telah dua kali hadir memberikan bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Turut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini sejumlah pengurus Paguyuban Pasundan, di antaranya Persada, SE, Sukrisnur (Atok Labu), Alam Lubis, Hadista Surbakti, Sini Asnawati, Hj. Yurika Sari, Dewi Rinawati, Hendra Lesmana, Boi, dan Afrizal, SE., MM.
(Redaksi)
