Aceh Tenggara-Liputan24jam.com
Kota Cane– Pernyataan Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhri, saat menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan ke lokasi terdampak banjir bandang,Senin 01/12/25 menuai kritik tajam dari publik.
Dalam sambutannya, Bupati Fakhri menyebut Prabowo sebagai “presiden seumur hidup”, sebuah ungkapan yang memicu reaksi luas di media sosial. Menurut kutipan dari Bangka Pos, Presiden Prabowo yang berada di panggung disebut hanya tampak menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan tersebut.
Ungkapan itu langsung menjadi viral dan mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Salah satu tokoh yang ikut mengkritik dalam postingannya Selasa 02 Desember 2025 adalah Dahrinsyah Cane, yang menyebut pernyataan tersebut menunjukkan ketidakpahaman terhadap konstitusi.
Ungkapan “Presiden seumur hidup” dinilai publik sebagai indikasi:
1.Tidak memahami konstitusi, karena jabatan Presiden RI dibatasi hanya dua periode.
2.Tidak membaca situasi, mengingat kunjungan Presiden dilakukan untuk menemui korban bencana yang sedang berduka.
3.Tidak memahami esensi prioritas, yakni seharusnya fokus pada solusi konkret untuk penanganan bencana:
• pemulihan rumah warga,
• perbaikan fasilitas umum,
• langkah mitigasi seperti menjaga kelestarian hutan dan normalisasi sungai,
•memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan BBM pasca-banjir.
Pernyataan itu kini memicu reaksi nasional. Meski ada sebagian kecil pihak yang mendukung, namun secara umum Bupati Aceh Tenggara justru menerima kritik hingga hujatan karena dianggap tidak tepat dalam konteks dan tidak sensitif terhadap situasi korban bencana.
MS
