
Aceh Tenggara –Liputan24jam.com
Event Muslim Ayub Fest yang digelar meriah di Stadion H. Syahadat, Kutacane, berujung tragedi setelah seorang pemuda bernama Ananda (20) meninggal dunia akibat pembacokan.
Peristiwa naas itu terjadi di tengah keramaian penonton. Korban yang sempat dilarikan ke RSU Sahuddin Kutacane tidak dapat diselamatkan karena mengalami luka tusukan serius. Jenazah kemudian dimakamkan dini hari di kampung halaman orang tuanya di Desa Buah Pala.
Pelaku sempat melarikan diri usai melakukan aksinya, namun berhasil diamankan oleh aparat kepolisian dan kini ditahan di Mapolres Aceh Tenggara. Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula dari cekcok antara korban dan pelaku di luar stadion. Ketika korban masuk ke area kerumunan penonton, pelaku kemudian melancarkan aksinya.
Ironisnya, meski insiden tragis itu terjadi, jalannya acara tetap dilanjutkan hingga selesai.
Selain soal insiden pembacokan, event ini juga menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh. Beberapa pihak menyoroti tata busana para penonton yang dianggap kurang sopan serta bercampurnya laki-laki dan perempuan tanpa batas pemisah.
Ketua LSM Korek, Irwansyah Putra, menegaskan bahwa pihak penyelenggara, khususnya Muslim Ayub selaku penggagas acara, harus bertanggung jawab.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Seharusnya beliau berkunjung ke rumah duka, bukan justru menggelar acara kembali di Offroom Sekdakab Aceh Tenggara. Di mana tanggung jawab seorang Muslim Ayub?” ujarnya.
Irwansyah juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menyelidiki lebih jauh legalitas penyelenggaraan event tersebut.
“APH harus memeriksa apakah acara ini sudah resmi dan memiliki surat izin atau tidak,” tambahnya.
Peristiwa ini masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian, sementara publik menunggu kejelasan tanggung jawab dari pihak penyelenggara atas tragedi yang menelan korban jiwa tersebut.
MS