ACEH TENGGARA-Liputan24jam. Com
Kondisi Pajak Pagi di Kabupaten Aceh Tenggara yang dipenuhi lumpur dan terdampak banjir menuai keluhan dari kalangan pedagang dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara, khususnya Dinas PUPR Yang di Pimpin Sadli, kini menjadi sorotan warga yang menilai penanganan lumpur dan genangan air di kawasan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan, Sabtu, (25/10/2026).
Kondisi pasar yang berlumpur dinilai mengganggu aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang mengeluhkan berkurangnya minat pembeli karena masyarakat merasa tidak nyaman saat berbelanja di tengah kondisi jalan dan area pasar yang dipenuhi lumpur.
Salah seorang pedagang kepada awak media Liputan 24jam.com mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan kondisi Pajak Pagi yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat.
“Kami menduga Pemda Aceh Tenggara, khususnya instansi terkait, belum maksimal dalam mengatasi persoalan lumpur dan banjir di Pajak Pagi. Saat ini memang sudah ada penimbunan, tetapi dampaknya justru membuat warga semakin kecewa,” ungkap salah seorang pedagang.
Menurutnya, penimbunan yang dilakukan diduga menyebabkan aliran air merambah ke rumah warga dan menggenangi lokasi berjualan. Akibatnya, bukan hanya kenyamanan masyarakat yang terganggu, tetapi aktivitas perdagangan juga ikut terdampak.
Para pedagang berharap pemerintah tidak sekadar melakukan penimbunan, melainkan mengevaluasi metode penanganan yang diterapkan agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, pemerintah benar-benar turun ke lapangan dan mencari solusi yang tepat. Jangan sampai penanganan lumpur justru membuat air masuk ke rumah warga dan menggenangi dagangan kami. Kami mencari nafkah di sini, sementara pembeli semakin berkurang,” keluhnya.
Warga juga meminta instansi terkait segera melakukan peninjauan langsung untuk mengetahui penyebab genangan, mengevaluasi sistem aliran air, serta melakukan penanganan lumpur secara menyeluruh agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Mengingat Pajak Pagi merupakan salah satu tempat masyarakat melakukan transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari sekaligus lokasi pedagang menjajakan hasil usaha mereka, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, keluhan pedagang tersebut menjadi perhatian terhadap efektivitas penanganan lumpur dan banjir di kawasan Pajak Pagi.
Media Liputan24jam.Com membuka ruang bagi Pemkab Aceh Tenggara maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan serta rencana penyelesaian persoalan tersebut.
MS
