ACEH TENGGARA —Liputan24jam.com
Demi memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah, masyarakat Desa Mbarung Gabungan, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, bergotong royong membangun jembatan darurat untuk melintasi aliran sungai yang menghubungkan permukiman warga dengan akses menuju sekolah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah warga harus menghadapi derasnya arus sungai saat musim hujan. Jembatan darurat itu menjadi akses penting bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Safrizal, salah seorang warga sekaligus ayah dari Nayla, siswi kelas VI SDN Mbarung, menceritakan perjuangannya mengantarkan sang anak ke sekolah.
Dalam kondisi tertentu, ia terpaksa menggendong anaknya untuk menyeberangi jembatan darurat tersebut.
Menurut Safrizal, kondisi akses menuju sekolah menjadi semakin sulit ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Debit air sungai meningkat sehingga warga harus lebih berhati-hati saat menyeberang.
“Demi anak bisa bersekolah, kami tetap berusaha melewati akses ini meskipun kondisinya sangat sulit,” ujar Safrizal kepada wartawan.

Sebelumnya, pemerintah setempat disebut sempat membuat jalan alternatif dengan menimbun material. Jalan tersebut sempat dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan kondisi akses mulai kembali normal.
Namun, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. Debit air sungai meningkat dan menghantam badan jalan hingga akhirnya akses tersebut kembali putus dan tidak dapat digunakan secara normal.
Warga pun berinisiatif bergotong royong membuat jembatan darurat agar aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak yang hendak bersekolah, tetap dapat berjalan.
Selain meminta adanya penanganan akses, warga juga berharap pemerintah segera membersihkan puing-puing sisa jembatan permanen yang sebelumnya roboh.
Menurut warga, keberadaan material dan puing jembatan tersebut perlu ditangani agar tidak menghambat upaya pemulihan akses masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang lebih permanen terhadap persoalan akses tersebut, sehingga anak-anak tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan ketika berangkat dan pulang sekolah, terutama saat debit air sungai meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana pembangunan kembali jembatan permanen di lokasi tersebut.
MS
