Pekanbaru — Pengelolaan perkebunan sawit hasil penertiban kawasan hutan oleh PT Agrinas Palma Nusantara menjadi arena perdebatan publik yang tajam. Dua kelompok dengan pandangan bertolak belakang kini bersuara keras di Riau.
Pihak dari OLIGARKI, sebelumnya menyoroti risiko penyalahgunaan wewenang dan dugaan pengembalian pengelolaan kepada pihak yang sebelumnya terlibat lahan yang disita negara.
Sebaliknya, hadir forum Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian dan Perkebunan Produktif (Koperatif) yang menyatakan dukungan penuh kepada jajaran pimpinan Agrinas dalam aksi Selasa 15 September 2026.
Dalam orasinya, Ricky Sanjaya Ketua Lapangan Forum Koperatif menjelaskan bahwa menilai tata kelola hanya dari nama yang ditunjuk tidak adil. Ada aspek produktivitas, perawatan tanaman, dan kelangsungan usaha yang harus diprioritaskan demi kepentingan negara. Penerbitan SK Penugasan Sementara dinilai sebagai putusan manajemen yang wajar untuk menjaga keberlangsungan operasional.
Massa juga menegaskan prinsip melalui spanduk: perusahaan negara tidak boleh tunduk pada kepentingan pribadi atau kelompok. Dukungan ini bukan pertama kali disampaikan, sebelumnya sudah terlihat lewat karangan bunga apresiasi optimalisasi aset.
Menanggapi hal itu, Budi Hartono dari Agrinas menyampaikan terima kasih dan berjanji bekerja sesuai aturan serta cita-cita pemulihan aset negara. pungkasnya. (tim).
