Aceh Tenggara — Liputan24jam.com
Peredaran narkoba jenis sabu di Kecamatan Babussalam kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang diduga berlangsung hampir setiap malam hingga dini hari ini memicu keresahan serius di tengah masyarakat.
Warga mengungkapkan, pergerakan mencurigakan kerap terlihat di sejumlah titik, khususnya di gang-gang permukiman. Keluar-masuk orang pada jam-jam rawan dinilai tidak wajar dan menimbulkan rasa tidak aman.
“Setiap malam ada saja yang keluar masuk. Kami jadi resah, bahkan sulit tidur karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.04/05/26
Persoalan ini sebenarnya bukan hal baru. Isu peredaran sabu di wilayah tersebut sebelumnya juga telah mencuat ke publik. Namun hingga kini, warga menilai belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya di wilayah hukum Polsek Babussalam.
Beberapa desa bahkan disebut-sebut masih menjadi titik rawan peredaran narkoba. Warga juga mengaitkan maraknya aktivitas malam hari dengan meningkatnya kasus kehilangan barang, yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Saat dikonfirmasi pada 30 April 2026, Kapolsek Babussalam, Yanto, belum memberikan keterangan rinci dan mengarahkan konfirmasi kepada Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara.
Sikap tersebut menuai sorotan dari masyarakat yang menilai respons aparat masih belum maksimal dalam menangani persoalan narkoba di wilayah tersebut.
Masyarakat mendesak Kapolres Aceh Tenggara, Yulhendri, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja jajaran Polsek Babussalam serta mengambil langkah konkret guna memberantas peredaran narkoba yang semakin meresahkan.
MS
