Aceh Tenggara-Liputan24jam.com
Di saat masyarakat Aceh Tenggara tengah dilanda musibah banjir, sejumlah kios pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga mengambil kesempatan dengan menjual harga minyak eceran jauh di atas harga normal. Harga Pertalite dilaporkan melambung hingga Rp20.000–Rp40.000 per liter, sementara Pertamax bahkan mencapai Rp40.000–Rp50.000 per liter.
Kondisi ini membuat warga semakin tertekan. Selain harus berjuang menghadapi banjir yang merendam puluhan desa, aktivitas masyarakat juga terganggu akibat kelangkaan dan mahalnya harga BBM.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku baru saja membeli Pertamax seharga Rp50.000 per liter ,Menurutnya, harga tersebut sangat memberatkan, terlebih di tengah situasi darurat seperti sekarang.
Warga berharap pemerintah turun tangan menertibkan para pengecer yang menjual BBM dengan harga tidak wajar. Mereka meminta agar pemerintah melakukan razia serta memberikan tindakan tegas kepada kios yang memanfaatkan situasi bencana untuk meraup keuntungan.
“Di saat banjir bandang melanda Aceh Tenggara, justru di situlah sebagian kios mengambil kesempatan,” keluh warga.
( Redaksi )
